Saya pernah mendengar ungkapan bahwa bunga majemuk adalah penemuan terbesar dalam sejarah dan merupakan keajaiban dunia kedelapan. Betul sekali, bunga majemuk adalah alat pencipta kekayaan termudah yg pernah ada. Bayangkan, waktu-lah yg menghasilkan uang bagi kita. Bunga majemuk pertama kali di populerkan oleh salah seorang konspirator, penggagas Federal Reserve, salah satu penguasa perbankan di Eropa, Rothschild. Bunga majemuk (compound interest) sangat efektif dalam menciptakan kekayaan. Misalnya, Anda memberikan pinjaman sebesar 1000 dolar, dengan bunga 10%. Pada bulan berikutnya, hutang Anda menjadi sebesar 1100. Pada bulan berikutnya lagi, hutang Anda bukan lagi 1200, tapi 1210, karena bunga pada bulan sebelumnya di hitung sebagai hutang dan dikenai bunga. Dan, seperti kata istilahnya, majemuk, bunga ini terus berlipat. Bahkan bisa melebihi hutang pokok yang seharusnya di bayarkan. Apa yang salah dengan sistem bunga ini? bukankah sistem ini adalah sistem yg sangat umum terjadi di perbankan konvensional pada saat ini? bukankah bunga merupakan imbalan yg wajar karena kita diberikan pinjaman untuk modal usaha? Saya akan analogikan dengan cerita bagaimana bunga ini merusak sendi ekonomi sebuah negara. Cerita ini akan saya awali dengan cerita tentang sejarah mata uang terbentuk, bagaimana pengumpulan emas terjadi, hingga apa kaitannya dengan bunga, dengan bentuk cerita yg sangat sederhana. Cerita ini saya dapat dari sebuah buku luar biasa, satanic finance, yg ditulis oleh A. Riawan Amin, dan saya bahasakan lagi dengan bahasa saya.
Alkisah, ada sebuah negara dimana mereka kaya akan emas. Mereka biasa melakukan transaksi dengan emas. Mereka sangat makmur dan hidup bersama dengan tenteram serta saling tolong menolong. Singkat cerita, ada sekelompok “konspirator” datang. Mereka datang dengan maksud untuk memiskinkan negara tersebut. Mereka datang dengan menawarkan konsep mata uang. Mereka merayu kepala suku negara tersebut dengan tawaran beberapa kemudahan, misalnya dengan membawa mata uang, kita tidak lagi berat membawa emas. Mereka pun berkata, mata uang yg dicetak akan sesuai dengan emas yg mereka simpan sehingga tidak perlu khawatir. Negeri tersebut sangat tertarik dengan konsep tersebut, sehingga berbondong-bondong lah di seluruh negeri menukarkan emasnya dengan uang kertas. Untuk setiap koin emas, mereka menukarkannya dengan 10ribu. Mereka “menitipkan” emas mereka ke para konspirator dan menukarnya dengan uang kertas. Untuk menjaga integritas mereka, para konspirator berjanji, jika mereka ingin menukar uang mereka dengan emas, mereka boleh melakukannya. Sehingga, makin tinggilah kepercayaan masyarakat pada konspirator tersebut.
Katakanlah, pada saat tersebut, sudah ditukarkan sejumlah 100 koin emas. Artinya, uang kertas yang beredar saat ini adalah 1juta. Setiap orang yg ingin menukar uang mereka dengan emas kembali, dilakukan oleh para konspirator, sehingga masyarakat semakin percaya dan merasa aman emas mereka disimpan oleh para konspirator. Darisinilah upaya pemiskinan dimulai. Saat ekonomi mulai terbiasa dengan uang kertas, dan saat orang orang tidak lagi menaruh curiga dan merasa tidak perlu lagi menyimpan emas di rumah mereka, cukup dengan menyimpan emas, dibangunlah sebuah sistem baru oleh para konspirator; bunga majemuk. Para konspirator mengatakan kepada seluruh rakyat negeri tersebut bahwa mereka diperbolehkan untuk meminjam uang, tapi dengan “imbalan” atau “biaya tambahan”. Suatu ketika, ada seorang rakyat yang meminjam uang sebesar 100ribu. Orang ini dikenakan bunga sebesar 10% perbulan. Pada awalnya, rakyat tersebut sedikit heran kenapa harus ada bunga, tapi setelah dijelaskan bahwa ini adalah imbalan dari pinjaman tersebut, dan merupakan hal yg wajar karena bunga adalah hak atas jasa para konspirator yg sudah meminjakan uang, orang tersebut pun setuju. Karena kemudahan untuk “mendapatkan uang” melalui pinjaman ini, maka masyarakat lain pun mulai mengikuti untuk meminjam uang. Total, ada 10 orang yg meminjam uang, yang artinya, ada dana yg di pinjamkan sebesar 1juta dengan bunga 10%.
Permasalahannya adalah, coba Anda bayangkan. Uang yang beredar adalah 1juta (setara dengan 100 koin emas). Tapi masyarakat di haruskan membayar bunga sebesar total 100ribu (dari 10 orang peminjam masing masing 10ribu), sehingga total yg harus dikembalikan masyarakat kepada para konspirator adalah 1.1 juta. Bayangkan, bagaimana mungkin uang yang beredar hanya 1juta, tapi kita harus mengembalikan uang sejumlah 1.1juta kepada bank karena sistem bunga ini. darisinilah sistem kejahatan mereka dimulai.
Semakin hari, karena masyarakat tidak dapat membayar hutang mereka (karena memang tidak pernah mungkin dibayar, seperti yg saya katakan sebelumnya, persediaan uang yg beredar dengan hutang yg ada, jumlahnya lebih banyak hutang, sehingga hutang tidak pernah bisa terbayar), hutang mereka makin berlipat. Karena bunga majemuk, semakin lama hutang mereka makin membesar. Karena mereka kesulitan membayar hutang, maka para konspirator menyatakan bahwa standar emas dihapuskan supaya mereka bisa membayar hutang mereka. Mengapa bisa? Karena dengan penghapusan standar emas, mereka bisa mencetak uang lebih banyak, sehingga mereka “seolah” bisa membayar hutang. Tapi, ini artinya, setiap uang kita, tidak lagi ber-standar-kan emas, yang artinya kita sudah tidak bisa lagi menukar uang yg kita miliki dengan emas.
Singkat cerita, dicetaklah uang senilai 1juta, kemudian disuntikkan kedalam perekonomian berupa dana talangan atau hutang jangka panjang. Saat ini, total uang yang beredar adalah 2juta, tapi bunga semakin besar karena makin besar uang yg disuntikkan kedalam sistem ekonomi. “Bantuan” yang disebut hutang jangka panjang seolah merupakan obat bagi keadaan mereka saat itu, tapi itu adalah bom waktu penghancur mereka kedepannya. Bayangkan, jika pada saat itu 1juta senilai dengan 100koin emas, karena ada 2juta uang didalam sistem ekonomi, maka 100koin emas nilainya sudah naik menjadi 2juta. Permasalahannya, para konspirator terus menerus mencetak uang dengan alasan “bantuan ekonomi”, sehingga nilai uang terus turun hari demi hari, dan hutang mereka semakin membesar karena bunga majemuk. Hutang mereka selalu lebih besar daripada uang yg beredar karena jebakan bunga majemuk yg diberlakukan konspirator. Pada akhirnya, masyarakat hanya mampu membayar bunga saja, mereka bahkan tidak mampu membayarkan hutang pokok kepada para konspirator. Saat itu terjadi, masyarakat menjadi bangkrut, negara bangkrut, dan, siapapun orang yg menjadi pemimpin pada saat itu, tidak menjadi masalah, karena kekuasaan ada pada para konspirator yang menjadi pengatur supply uang didalam negara tersebut. Saat itu terjadi, negara tersebut ada dibawah kekuasaan para konspitaror, siapapun pemimpinnya. Dan itulah yang dikatakan oleh Mayer Amschel Rothschild, “Beri saya kontrol atas persediaan uang suatu negara maka saya tidak peduli siapa yang membuat aturan (yang memimpin negara)”. Dan itulah yang terjadi hampir di seluruh negara saat ini, semua negara terlilit hutang yg tidak akan pernah bisa terbayar, termasuk indonesia. Hutang menjadilebih besar dari persediaan uang yg bisa dibayarkan.
Sekarang, mungkin kita sudah mulai terbuka bagaimana bunga menjadi sangat kejam dan menjadi alat penghancur ekonomi terbesar dalam sejarah. Cerita diatas adalah cerita yg disederhanakan dari cerita saya sebelumnya (catatan #2), bagaimana Federal Reserve di bangun pada tahun 1913(konspirator mulai datang), kemudian pada tahun 1933 dibuat aturan untuk mengumpulkan seluruh emas di bawah ancaman 10 tahun penjara demi keberlangsungan “ekonomi yang lebih baik”, dan kemudian pada tahun 1971 presiden Nixon melepaskan standar emas didalam dollar sehingga Federal Reserve bisa lebih leluasa mencetak uang tanpa standar apapun. Mereka lebih leluasa memiskinkan negara tersebut. Perlu diketahui, Federal Reserve bukanlah dimiliki oleh pemerintah Amerika. Pemerintah Amerika dan The Fed adalah entitas yang berbeda. Pemerintah berhutang kepada The Fed atas uang yang beredar di Amerika. The Fed adalah konspirator, dan Pemerintah adalah pemimpin negara. Dan ini terjadi diseluruh dunia, dengan konspirator yang sama. Saya tidak sedang berbicara masalah siapa saja konspirator tersebut, apa tujuannya, mengapa mereka mengacaukan seluruh dunia, apa untungnya, dan lain sebagainya. Ideologi serta politik mereka adalah bahasan yang lain, catatan saya disini dimaksudkan untuk membuka mata kita dari sisi ekonomi. Masalah politik dan ideologi mungkin bisa kita bahas di bahasan yang lain.
Derivatif
Bunga adalah derivatif dari hutang. Hutang adalah derivatif dari mata uang. Mata uang adalah derivatif dari uang(emas). Apa yang kita dapat dari hal ini? Secara sederhana yang bisa kita katakan adalah, derivatif adalah hal yg berbahaya. Mereka adalah bagian dari senjata untuk menghancurkan perekonomian. Sebetulnya jika digunakan secara tepat dia tidak menjadi berbahaya. Dia menjadi berbahaya saat derivatif tersebut melahirkan derivatif baru.
Saya akan membawa kasus krisis di Amerika pada tahun 2008 yang berkenaan dengan kredit perumahan atau biasa dikenal dengan subprime mortgage, yang menyeret negara negara lain untuk ikut terkena dampak krisis tersebut. Subprime morgage ini adalah salah satu contoh bagaimana derivatif menghancurkan perekonomian suatu negara.
Kasus ini berawal dari kasus yang sangat sederhana : kredit pinjaman rumah. Secara sederhana, katakanlah saya memiliki rumah. Rumah saya memiliki derivatif berupa surat rumah. Surat rumah ini, bisa kita gunakan untuk meminjam uang dari bank dengan kita jaminkan surat rumah tersebut. Maka, kita jaminkan surat rumah kita, dan kita mendapatkan cash berupa pinjaman. Sangat sederhana, dan seperti tidak ada masalah sama sekali bukan? Berikut gambarannya.
tidak ada masalah sama sekali bukan? Berikut gambarannya.
http://syauqimujahid.files.wordpress.com/2010/10/spm0.jpg
Dari gambar di atas, kita lihat secara sederhana bagaimana Rumah bisa memiliki derivatif berupa surat kepemilikan rumah, yang bisa menghasilkan pinjaman cash dari bank. Permasalahannya adalah, derivatif tersebut tidak berhenti disini. Surat rumah yang saya miliki di bank, tentunya bertumpuk dengan surat rumah milik orang lain. Kemudian, bank mengelompokkannya, mengumpulkan semua surat berharga tersebut, menjadikan yang namanya sekuritas. Sekuritas ini kemudian ditawarkan kepada investor berupa obligasi (surat hutang), sehingga bank bisa mendapatkan cash dari investor. Dalam istilah wallstreet, ini dinamakan CDO (Collateralized Debt Obligation). Anda lihat, surat kepemilikan rumah tersebut, bisa menjadi derivatif lagi, berupa sekuritas. Dari satu rumah, berapa uang yg diciptakan oleh derivatif didalam sebuah sistem ekonomi? Karena derivatif, seolah ekonomi moneter yang berputar sangat besar, padahal, semua itu hanya dijaminkan oleh satu buah aset : rumah. Sekuritas itu sendiri bisa dikelompokkan lagi, menjadi sebuah derivatif baru bernama CDO. Dan masih beranak pinak lagi. Berikut grafiknya.
Seperti yang sudah saya jelaskan, ini adala grafik bagaimana rumah dengan derivatif dan derivatif nya bekerja. Permasalahannya, semua instrumen tersebut sangat bergantung pada cicilan yang dibayarkan. Jika cicilan yang dibayarkan bermasalah, maka semua instrumen yang ada akan hancur, karena pada dasarnya ekonomi yang berjalan hanya dilandaskan pada satu buah aset: rumah. Ketika aset tersebut bermasalah, seluruh instrumen yang ada akan terkena dampaknya. Cicilan bermasalah, bank akan bermasalah, sekuritas bermasalah, investasi bermasalah, seluruh ekonomi bermasalah. Berikut gambarannya
Dari kasus subprime mortgage yang amat sangat disederhanakan inilah, maka pada tahun 2008 pemerintah Amerika menyuntikkan dana talangan kedalam seluruh sistem perekonomian dengan jumlah yang amat sangat besar : 700 Miliar dolar, hanya karena satu permasalahan : cicilan yang gagal bayar. Kita bisa lihat, bagaimana dampak derivatif dapat menghancurkan sebuah perekonomian negara. Dan ini adalah permulaan, karena masih banyak derivatif-derivatif yang lain yg dapat dengan mudah dihancurkan sistemnya. Dan satu catatan lain, darimana Amerika menyuntikkan 700 Miliar dolar? Kita sudah membahas sebelumnya, bahwa Amerika dapat mencetak uang. Dan bisa kita bayangkan, ada tambahan supply uang sebesar itu kedalam pasar, maka ada ancaman baru lagi yang mengancam : hyperinflasi. Setiap kejadian akan berefek pada kasus kasus yang baru, seperti bom waktu, yang akan menghancurkan seluruh sistem perekonomian yang ada. Jika derivatif dapat memberikan keuntungan tambahan, maka derivatifpun bisa memberikan masalah tambahan.
Lalu, apa hubungannya dengan Indonesia?
Compunding Interest Alat Penghancur Ekonomi Terbesar
Posted by Qmal Group
|
|
Demo Blog NJW V2 Updated at: 10:21

0 comments:
Post a Comment